Mak Khadijah, Memenuhi Kebutuhan Sehari-hari dengan Berjualan Kerupuk

Saat ini, tidak sedikit perempuan yang bekerja untuk membantu perekonomian keluarga. Dengan memiliki penghasilan sendiri, perempuan yang sudah menikah tidak sepenuhnya mengandalkan penghasilan suami, sehingga terkesan lebih mandiri. Selain itu, dengan berpenghasilan perempuan juga bisa membiayai orang tua atau adik-adiknya yang masih membutuhkan bantuan finansial.

Namun, perempuan yang bekerja di usianya yang sudah lanjut patut diacungi jempol. Selain karena bentuk aktualisasi diri, mereka masih bekerja dikarenakan desakan ekonomi. Ini terjadi pada Mak Khadijah yang sampai saat ini masih giat bekerja sebagai penjual kerupuk. Karena kondisi ekonominya yang sulit, mau tidak mau ia harus banting tulang untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Sosok Mak Khadijah

Orang-orang tidak menyangka usia Mak Khadijah sudah menginjak 82 tahun. Pasalnya, ia masih memiliki semangat seperti anak muda dalam mencari pundi-pundi rupiah. Aktivitas sehari-harinya diisi dengan berjualan kerupuk dan sayuran yang ia angkut menggunakan gerobak warna birunya yang sudah tua. Meskipun terlihat melelahkan, Mak Khadijah tidak pernah mengeluh bahkan merepotkan siapapun.

Meskipun Mak Khadijah sudah sepuh, ia tetap semangat mendorong gerobaknya berkeliling di sekitar Villa Mutiara Gading dan Wisma Wijaya, Bekasi. Adapun kerupuk yang ia jual, yaitu kerupuk blek, kerupuk udang, opak, kerupuk mie, dan masih banyak lagi. Selain itu, Mak juga menyediakan sayuran seperti bayam, kangkung, kol, wortel, dan lain-lain. Jika laku, setiap harinya Mak Khadijah mendapatkan keuntungan sebesar Rp. 70.000 sampai Rp. 80.000.

Mak Khadijah diketahui tidak memiliki anak. Ia hanya tinggal seorang diri di Karang Asih, Bekasi, tepatnya di depan Perumahan Bumi Anggrek. Ia tinggal mengontrak dengan biaya per bulan sebesar Rp. 250.000. Terkadang, ia merasa kesepian karena tidak ada yang mengajak ngobrol dikala waktu istirahatnya. Untuk itu, ia lebih memilih untuk berjualan dari pagi sampai jam 11 siang, dan jam 14.30 sampai magrib.

Kebaikan untuk Mak Khadijah

Sosok seperti Mak Khadijah tentu saja membuat kita menjadi orang yang lebih bersyukur. Kita belum tentu bisa melakukan persis seperti yang Mak Khadijah lakukan. Di usianya yang sudah menginjak kepala delapan, ia masih gigih untuk mencari uang demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Oleh karena itu, tidak ada salahnya untuk mulai melakukan kebaikan kepada sesama, sehingga ada banyak orang yang bisa merasakan kebahagiaan.

Untuk melakukan hal-hal baik, kita bisa memulainya dengan menjadi peserta produk asuransi syariah AlliSya Protection Plus dari Allianz.  Dengan menggunakan produk asuransi syariah ini, kita bisa memberikan manfaat terbaik berupa perlindungan jiwa dan kesehatan untuk orang-orang tersayang. Untuk itu, masa depan bisa lebih terjamin tanpa harus merasa khawatir  dengan resiko finansial yang tidak terduga.

Selain itu, kita juga bisa mewakafkan sebagian dari harta kita melalui fitur Asuransi Syariah Indonesia Allianz. Melalui fitur ini, kita bisa membantu orang-orang yang butuh bantuan lebih secara finansial dengan menyisihkan sebagian dari dana musibah kita. Dari dana tersebut, kita bisa memberikan kebaikan untuk orang-orang yang tidak mampu.

Mari kita #AwaliDenganKebaikan bersama Allianz. Dengan melakukan perbuatan baik, kita bisa memberikan manfaat yang berlimpah pada sesama, khususnya mereka yang lebih membutuhkan. Selain itu, dengan menebarkan kebaikan juga bisa membantu Mak Khadijah mendapatkan kejutan paket umroh gratis dari Allianz. Untuk itu, jadilah orang yang bermanfaat dengan senantiasa menebarkan kebaikan kepada siapapun dan dimanapun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *