Mengenal Fakta Tes Swab Corona di SehatQ

Media lebih sering update tentang jumlah pasien positif Corona, menghimbau warga agar jaga kesehatan dan tetap di rumah. Sebagian orang bosan dengan berita yang sama setiap harinya. Maka dari itu akan disajikan fakta terkait Swab test Corona yang dilakukan tenaga medis bagi pasien. Berikut paparannya!

  1. Hasil Tes Lama Keluar

Hasil yang didapatkan dari Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (RTPCR) ini tidak dapat langsung diumumkan. Pengumuman akan dilakukan berhari-hari karena proses dengan tahapan ekstra tes ini. Satu tambahan lagi setelah tes RTPCR yang dinamakan dengan tes sequencing yang menjadikan hasil tes Swab lama keluarnya.

Padahal untuk tes Swab yang dilakukan sudah mengikuti anjuran yang dilakukan China dan Amerika Serikat. Hasil tes Swab langsung bisa diumumkan tanpa melalui tambahan langkah sequencing setelah tes RTPCR. Namun, tenaga medis memiliki alasan agar hasil lebih akurat maka dilakukan langkah tambahan yaitu sequencing.

  1. Swab Test Lebih Akurat dibanding Rapid Test

Hasil Swab test lebih lama daripada hasil Rapid test ini berdampak pada keakuratan hasil. Belum lama ini beredar informasi bahwa virus Corona sengaja dimasukkan ke alat Rapid test untuk menambah orang positif. Bertambahnya orang yang positif maka otomatis akan menambah jumlah daerah dengan zona merah dan semakin menghambat ruang gerak.

Namun informasi tersebut hanya kebohongan belaka. Hal itu diklaim karena orang yang dites dengan Rapid test lebih banyak yang positif daripada dengan orang yang diuji dengan Swab test. Rapid test hanya digunakan untuk orang-orang dengan gejala atau yang merasa. Selanjutnya, banyak yang melakukan Swab test untuk memastikannya.

  1. Swab Test Dilakukan untuk Memastikan Kesehatan Pasien Sebelum Pulang

Agar tak membuat seisi rumah menjadi khawatir, maka selalu dilakukan Swab test setelah melakukan pengobatan di rumah sakit. Hal ini untuk memastikan jika pasien benar-benar dalam keadaan sembuh dan dibuktikan dengan hasil Swab test. Bahkan, ada pasien yang  dilakukan Swab test hingga dua kali untuk meyakinkan kesembuhannya.

  1. Hasil Swab Test Menyadarkan untuk Isolasi Mandiri

Hasil Swab test yang dianggap lebih valid membuat orang lebih sadar akan keadaannya. Meskipun tidak semua pasien menimbulkan gejala penyakit akibat virus Corona, namun dengan adanya hasil dari Swab test menjadi bukti. Hal  ini berarti meskipun  tidak muncul gejala pada pasien, namun tetap harus diisolasi karena akan membahayakan sekitar.

  1. Langkah Swab Test yang Menyakitkan

Jika Anda tak ingin kesakitan dan mati sendirian, sebaiknya tetap jaga kesehatan dan mengikuti himbauan dari pemerintah. Hal ini dimaksudkan karena sebelum masuk ke rumah sakit dan dinyatakan pasien positif, harus mengikuti langkah-langkah yang tentunya sakit bila dilakukan. Swab test meliputi tahapan menyakitkan.

Langkah awal Swab test dilakukan dengan membenamkan stik ke dalam hidung. Bukan stik seperti termometer yang hanya dimasukkan di dalam hidung  dan dengan ukuran sedang. Stik yang satu ini memiliki panjang 10 cm dan masuk terus ke pangkal hidung.

Stik ini didorong masuk mencapai tenggorokan. Karena stik ini akan mengambil sampel dahak yang berada di tenggorokan. Pasien harus menahan rasa nyeri saat stik dimasukkan dan menahan sekitar  50 detik. Rasa sakit belum berhenti sampai di sini, karena setelah 50 detik, tenaga medis akan mencabut stik perlahan dari hidung pasien.

Berbagai fakta tentang Swab Test telah dijelaskan di atas. Berita terkait lainnya lihat di SehatQ.com yang membagikan informasi terkait virus Corona terkini. Informasi kesehatan lainnya bisa Anda akses secara mudah di halaman webnya sehatq.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *