Perusahaan Sukanto Tanoto Dukung Replanting Kelapa Sawit Dengan Benih Berkualitas

Hingga kini, Royal Golden Eagle mengelola berbagai macam bidang, mulai dari industri kelapa sawit,pulp and paper, pengembangan energi, viscose fibre, serta selulosa spesial. Salah satu anak perusahaan RGE yang berkiprah di industri kelapa sawit adalah Asian Agri.  Asian Agri sendiri berdiri sejak tahun 1979 hingga sampai saat ini dan menjadi salah satu produsen kelapa sawit penting di Indonesia. Kapasitas produksi yang mencapai satu juta ton per tahun merupakan bukti nyata. Dari fakta tersebut terlihat jelas pengalaman panjang Asian Agri dalam industri kelapa sawit.

Asian Agri adalah salah satu produsen minyak kelapa sawit terbesar di Asia dengan kapasitas produksi per tahun mencapi 1 juta ton. Saat ini, Asian Agri mengelola 28 perkebunan minyak kelapa sawit dan 19 pabrik pengilangan minyak kelapa sawit. Perusahaan ini memiliki total area perkebunan kelapa sawit sebesar 160,000 hektar, yang mana 60,000 hektar diantaranya dikembangkan oleh para petani kecil di bawah Plasma/Skema KKPA. Ini adalah salah satu skema kerja sama komunitas paling besar dan paling sukses di Indonesia yang telah membawa keuntungan ekonomi dan transformasi sosial bagi 30,000 keluarga petani plasma; yang semuanya berlokasi di Sumatera. Asian Agri sangat percaya bahwa produksi dan penggunaan kelapa sawit harus dilakukan dengan cara yang berkelanjutan berdasarkan keberlangsungan kehidupan ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Peningkatan produksi minyak sawit (CPO) dengan cara intensifikasi sedang giat dilakukan, sebagai jawaban bahwa kelapa sawit Indonesia tidaklah rakus lahan. Salah satunya dilakukan oleh Asian Agri. Kegiatan peningkatan produktivitas kelapa sawit ini dilakukan salah satunya dengan menggunakan bibit sawit unggul. Karena dari awal Sukanto Tanoto telah menggeluti kelapa sawit, hal itu membuat asian agri menjadi salah perusahaan perkebunan kelapa sawit terintegrasi dari hulu sampai hingg hingga kini mereka terus melakukan inovasi untuk meningkatkan profuktifitas lewat benih unggul yang baik. Sekitar 50% peningkatan produktivitas kelapa sawit tergantung dari penggunaan bibit sawit yang unggul. Oleh karena itu, mereka sudah lama melakukan penelitian untuk pengembangan bibit sawit unggul dimana semua kegiatan itu dilakukan pada divisi riset Topaz.

Selain dukungan dana, mereka juga menyediakan bibit unggul Topaz. Bibit hasil riset dan pengembangan Asian Agri ini terbukti memberikan produksi yang baik serta tahan dalam beragam kondisi. Dengan keunggulan bibit Topaz tersebut, siap mendukung program pemerintah utamanya dalam meremajakan kebun sawit rakyat, serta memastikan program peremajaan sawit rakyat ini bisa menggunakan bibit sawit berkualitas. Direktur Perbenihan Perkebunan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementan, Muhammad Anas mengatakan bahwa sampai saat ini masih ada petani yang mengelola kebun sawit yang dibangun dengan menggunakan bibit asalan, sebab itu pihaknya akan meremajakan kebun sawit tersebut dengan menggunakan bibit sawit unggul. Sehingga masyarakat mendapat manfaat dari berkebun sawit.

Dan itulah perusahaan Sukanto Tanoto dukung replanting kelapa sawit dengan benih berkualitas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *