Sistem Gerbang Tol Online untuk Sukseskan GNNT BI

Yang menjadi aspek kehidupan terpenting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara adalah aspek perekonomian. Biaya hidup semakin tinggi, ekonomi memegang peran yang sangat penting. Semua membutuhkan uang dari bangun tidur sampai tidur lagi. Tak terkecuali dengan melewati jalan toll. Kartu e-toll yang baru-baru ini menjadi salah satu kebijakan yang membantu perekonomian masyarakat.

Dengan menggunakan uang non tunai, peredaran uang tunai akan bisa ditekan, di mana Bank Indonesia adalah pencetak uang tunai di Indonesia. Jika peredaran uang semakin tinggi, maka perekonomian akan semakin meningkat. Akan ada banyak masalah yang terjadi, maka dari itulah kemudian GNNT digalakkan.

GNNT ini adalah singkatan dari Gerakan Nasional Non Tunai untuk menggantikan penggunaan uang tunai. Pencetakan uang akan bisa ditekan. Masyarakat bisa lebih familiar dengan penggunaan e-money. Lebih praktis dan lebih efisien. Hanya berbekal kartu, masyarakat bisa melakukan pembayaran tanpa perlu membawa uang tunai kemana-mana.

Banyak program yang diusahakan dan digalakkan oleh pemerintah demi meningkatkan perekonomian bangsa dan mengurangi masalah perekonomian yang ada. Program-program ini memiliki target untuk semua lini kehidupan berbangsa. Salah satunya adalah dengan menyetujui ide BI dalam menggalakkan sistem GTO untuk pembayaran di gerbang tol.

Sistem Gerbang Tol Online ini adalah sistem terpadu yang digunakan untuk memperbaiki sistem jalan tol yang ada di Indonesia, terutama di bagian pembayaran administrasi di gerbang jalan tol. Sistem pembayaran tunai diubah menjadi non tunai, yakni menggunakan e-money lewat kartu elektronik yang sudah mulai diberlakukan sejak akhir bulan Oktober 2017. Yang memberlakukan pun juga pihak BI bukan PT Jasa Marga.

PT Jasa Marga tidak mengambil keuntungan sedikit pun dari diberlakukannya Sistem Gerbang Tol Online ini, karena PT Jasa Marga ini adalah hanya sebagai pelaksana saja. PT Jasa Marga adalah salah satu operator jalan yang bekerja sama dengan Milestone GNNT BI. Jadi status PT Jasa Marga sama dengan 22 operator jalan lainnya.

PT Jasa Marga tidak ikut-ikutan dalam mencetuskan ide dari adanya sistem Gerbang Tol Online ini. BI lah yang memiliki idenya dan bersama dengan pemerintah mewajibkan semua pengguna jalan tol untuk menggunakan kartu e-toll.

Asumsi-asumsi mengenai pencetus kartu e-toll masih menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Hal ini wajar adanya, sebab selama ini masyarakat hanya mengenal PT Jasa Marga sebagai operator jalan. Sehingga ketika kebijakan e-toll ini diberlakukan, maka PT Jasa Marga lah yang digadang sebagai pemrakarsanya.

Permasalahan tentang salahnya persepsi ini harus segera diluruskan agar tidak berlarut-larut dan tidak menghambat pemberlakuan kebijakan kartu e-toll. Banyak kemudahan yang menyertai kebijakan dari BI ini, namun tetap saja asumsi yang berkembang di masyarakat tidak boleh dianggap remeh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *